Tren fashion berkelanjutan (sustainable fashion) membuat bisnis Thrift Shop (toko baju bekas layak pakai) semakin diminati di tahun 2026. Bukan hanya soal harga murah, tapi sensasi "berburu harta karun" (thrifting) barang branded dengan harga miring menjadi daya tarik utama.
Banyak anak muda yang sukses meraup omzet puluhan juta rupiah per bulan hanya dari jualan baju bekas. Apakah Anda ingin seperti mereka? Kabar baiknya, bisnis ini bisa dimulai dengan modal yang sangat minim, bahkan di bawah Rp 500.000!
1. Mengapa Bisnis Thrift Shop Menjanjikan?
- Modal Kecil, Margin Tinggi: Anda bisa mendapatkan baju bekas dengan harga modal Rp 10.000 - Rp 20.000, lalu menjualnya kembali seharga Rp 50.000 hingga Rp 150.000 (tergantung brand dan kondisi).
- Pasar Luas: Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran suka baju murah tapi bergaya.
- Ramah Lingkungan: Mendukung gerakan slow fashion dengan mengurangi limbah tekstil.
2. Cara Memulai Bisnis Thrift dari Nol
a. Tentukan Konsep & Niche
Jangan jual "semua jenis baju". Fokuslah pada satu kategori agar branding toko Anda kuat. Contoh niche:
- Korean Style: Blouse, rok floral, cardingan pastel.
- Streetwear: Hoodie, crewneck, kaos oversized (Brand: Nike, Adidas, Champion).
- Vintage 90s: Kemeja flanel, jaket varsity, celana corduroy.
b. Mencari Supplier: Paket Usaha vs Bongkar Bal
Ada dua cara mendapatkan stok barang:
- Paket Usaha (Mini): Cocok untuk pemula. Anda membeli paket berisi 10-50 pcs baju yang sudah disortir oleh supplier. Risiko zonk (barang jelek) lebih kecil, tapi harga modal per pcs agak lebih mahal.
- Bongkar Bal (Ball Segel): Cocok jika punya modal 5-10 juta. Anda membeli 1 karung besar (100kg) baju mentah dari importir. Untungnya bisa sangat besar jika dapat "Jackpot" (barang branded mahal), tapi risikonya juga ada "sampah" (baju robek/kotor).
c. Treatment: Kunci Menaikkan Harga Jual
Jangan jual baju dalam keadaan kucel! Lakukan treatment ini:
- Rendam Air Panas: Untuk membunuh kuman dan bakteri.
- Cuci Bersih: Gunakan deterjen berkualitas dan pewangi tahan lama.
- Setrika Uap (Steamer): Agar serat kain kembali rapi dan terlihat seperti baru.
- Cukur Bulu (Lint Remover): Untuk hoodie/sweater, hilangkan bulu-bulu halus (brudul) agar terlihat mulus.
3. Strategi Marketing & Foto Produk
Di bisnis online, foto adalah segalanya. Barang bagus kalau difoto asal-asalan tidak akan laku mahal.
- Pencahayaan: Gunakan cahaya matahari alami (jam 8-10 pagi) atau lampu studio softbox.
- Background: Gunakan background polos atau kain estetik. Jangan background lantai yang kotor!
- Mix & Match: Contohkan cara pemakaian baju tersebut (OOTD) agar pembeli terbayang.
Gunakan media sosial secara maksimal. Pelajari Strategi Social Media Marketing UMKM untuk cara posting yang menarik. Jika sudah ada budget lebih, Anda bisa mencoba beriklan menggunakan Facebook/Instagram Ads untuk menjangkau pembeli di luar kota.
4. Dimana Harus Berjualan?
- Instagram: Masih menjadi platform nomor 1 untuk thrift shop. Gunakan fitur Story dan Reels untuk review produk.
- Shopee/Tokopedia: Untuk memudahkan transaksi dan memberikan rasa aman (rekber) bagi pembeli luar pulau.
- TikTok: Live shopping di TikTok sedang booming. Anda bisa mencoba live "bongkar karung" atau flash sale untuk menarik penonton.
Kesimpulan
Bisnis thrift shop bukan sekadar jual barang bekas, tapi jual kurasi dan style. Konsistensi dalam menjaga kualitas kebersihan baju dan pelayanan yang ramah adalah kunci agar pembeli menjadi pelanggan tetap.
FAQ Bisnis Thrift
Apakah bisnis thrift shop itu legal?
Terkait impor pakaian bekas, pemerintah Indonesia memang memiliki regulasi ketat (larangan impor). Namun untuk penjualan barang bekas lokal (preloved) atau stok yang sudah ada di dalam negeri, masih diperbolehkan selama tidak melanggar ketertiban umum.
Berapa modal awal yang ideal?
Anda bisa mulai dengan Rp 300.000 - Rp 500.000 untuk membeli "Paket Usaha" isi 10-20 baju. Setelah laku, putar modalnya untuk stok yang lebih banyak.